Langsung ke konten utama

Belajar cepat identifikasi PCBs


Anda dapat memahami secara cepat proses identifikasi PCBs dalam video ini


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dioxin Furan, Bahaya dan Regulasinya di Indonesia

Dioxin furan merupakan kelompok zat kimia yang terdiri dari beberapa senyawa yang bersifat toksik. Dioxin furan dapat terbentuk secara alami maupun sintetis, dan merupakan salah satu jenis polutan lingkungan yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Dioxin furan dapat terbentuk secara alami dari proses pembakaran yang tidak sempurna, seperti pembakaran sampah, kayu, dan batubara. Selain itu, dioxin furan juga dapat terbentuk secara sintetis melalui proses produksi zat-zat kimia, seperti pembuatan pestisida, herbisida, dan obat-obatan. Dioxin furan memiliki sifat toksik yang sangat tinggi, dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Dioxin furan dapat menyebabkan gangguan sistem endokrin, yang dapat menyebabkan kelainan pada sistem reproduksi, pertumbuhan, dan metabolisme. Dioxin furan dapat menyebabkan gangguan pada reproduksi dan pertumbuhan sel sperma pada pria, serta dapat menyebabkan masalah pada siklus menstruasi pada wanita. Selain itu, dioxin furan juga dap

Peraturan Pengelolaan PCBs diterbitkan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerbitkan Peraturan Menteri P.29/MENLHK/SETJEN/PLB.3/12/2020 mengenai Pengelolaan Polychlorinated Biphenyls (PCBs).  Terdapat dua deadline dalam peraturan ini: 31 Desember Tahun 2022 adalah deadline bagi perusahaan dalam melakukan inventarisasi  peralatan listrik 31 Desember Tahun 2028   adalah deadline bagi seluruh perusahaan dalam menghancurkan PCBs sehingga menjadi bahan yang tidak lagi berbahaya bagi lingkungan Mengingat cepatnya kedua deadline ini dan kompleksitas pengelolaan PCBs, industri disarankan untuk segera membuat perencanaan (PCBs Management Plan). Link Download: Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.29/Menlhk/Setjen/Plb.3/12/2020 Tentang Pengelolaan Polychlorinated Biphenyls

Permen PCB belum cukup, baca juga Basel Manual

  Permen PCB s yang terdiri dari 25 Pasal masih belum cukup untuk menjamin kepatuhan perusahaan atas pengelolaan PCBs yang berwawasan lingkungan. Masih banyak manual dan petunjuk lain yang harus diperhatikan. Salah satu petunjuk yang bisa dipergunakan oleh industri adalah "Basel Manual".  Training Manual ini berjudul "Preparation of a national environmentally sound management plan for PCBs and PCB-contaminated equipment in the context of the implementation of the Basel Convention". Dalam manual ini dijelaskan beberapa hal penting, diantaranya: Metode inventory Penggunaan data statistik Persiapan National PCB Management Plan Langkah-langkah pengamanan di lokasi (technical safety measures) serta Transportasi dan penyimpanan PCBs Dalam technical safety measures  diterangkan tata cara untuk menghindari dan menanggulangi kecelakaan yang melibatkan PCBs, baik yang melibatkan api maupun tidak.   Tidak kalah pentingnya adalah tata-cara penyimpanan peralatan yang mengandung